Software Literasia SD &SMP Diduga Gagal Dioperasikan Operator Dan Guru,Rekanan Cuek-Cuek Bebek(?)

Daerah

Batu Bara,Saksionline.Com -Perpustakaan Digital dan Media Pembelajaran Digital yang dilaksanakan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Kab.Batu Bara tahun 2021 berujung proses Hukum yang ditangani oleh Kejatisu.

Hal itu diduga berawal akibat proyek tersebut tidak dilakukan efektif dan tidak memenuhi proses pembelajaran sistem digital dan atau Software tidak didukung oleh Sarana dan Prasarana di Unit Pelaksana Teknis Satuan Pendidikan.

Mangkraknya proyek itu juga ditenggarai akibat ketidak tahuan operator dan guru mengoperasikannya dikarenakan Panitia Penyelenggara Literasia dan Dinas Pendidikan diduga kurang mensosialisasikannya atau kurang tindak- lanjut usai diadakan Bimbingan Teknis 24 September 2021 di Aula Hotel Singapore Land Jalan Lintas Sumatera Desa Perjuangan Kec.Sei.Balai oleh PT.LE.

Belanja Software Perpustakaan Digital dan Media Pembelajaran Digital tingkat SD berbiaya Rp.1.697.355.000 dan SMP Rp.415.800.000  disebut-sebut E-SMARTHIR SD&SMP

Tender dimenangkan CV.RAK mempunyai KBLI 47413 dan dilaksanakan oleh PT.LE. 

Pemkab.Batu Bara Dinas Pendidikan Tahun 2021 lalu melakukan perencanaan program terpadu pengadaan barang Paket Konsolidasi Belanja Software Perpustakaan dan Media Pembelajaran SD &SMP Digital melalui Tender Umum.

Namun pada Pelaksanaanya Paket Konsolidasi itu menghasilkan Aplikasi E-Smarthir SD dan SMP masing-masing19 MB diplatform PT.Literasia Edutekno Medan yang ditampilkan dipasar bebas Play Store Google.

Dimana untuk menggunakan Aplikasi itu Siswa/Operator Sekolah,Kepala Sekolah ,Guru harus mendownload Aplikasi tersebut ke Perangkat HP Android menggunakan Pasword dan Kata sandi tertentu.

Diduga kuat CV.RAK dan PT.LE terjadi permufakatan dalam pelaksanaanya, tampil di Platform  Esmarthir SD dan SMP  pada kenyataanya tampil Google Play adalah Pt.LE.

Ilyas Sitorus selaku PPK beberapa waktu yang lalu, membenarkan adanya Perpustakaan Digital dan Media Pembelajaran SD dan SMP Digital yang dapat diakses siswa memakai nomor induk dan sandi dari operator sekolah,kedepan sekolah menggunakan in fokus dalam proses belajar-mengajar untuk lebih merangsang faham membaca,melihat dan mendengar yang tersedia di Aplikasi Esmarthir SD dan SMP sesuai kurikulum,pada 285 sekolah sekab.Batu Bara,itu sangat memberi manfaat yang luar biasa,guru dan siswa harus kreatif,ungkapnya.

Orang tua siswa  M.Silalahi kepada Media ini di Sei Balai mengatakan “saya tidak mengetahui dan tidak pernah menggunakan aplikasi esmarthir SD,anak saya ada sekolah SD kelas 4 dan Kelas 2, saya melihat aplikasi itu ada di Play Store saat dikonfirmasi media ini dan saya download aplikasinya, minta sandi ,ungkapnya.

Pantauan dilapangan Anak Didik rata-rata tidak punya HP Android,lagi pula pakai sandi punya kendala juga,sulit diterapkan di Sekolah,sementara Guru sudah punya buku tersendiri di mata pelajaran.

Pt.RAK dan Pt.LE sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi.

Bahkan PPK Ilyas Sitorus ketika dikonfirmasi melalui Handphone,Senin (8/7) Selularnya mengungkapkan kekesalannya terhadap Rekanan diduga tidak peduli.

Diduga rekanan Pemkab.Batu Bara tahun 2021 itu tidak koperarif mempertanggung-jawabkan pekerjaannya.

Kepala Inspektorat Daerah Kab.Batu Bara Hasrul Irfan S.Kom, MM dikonfirmasi melalui Handphone Selularnya tentang  adanya dugaan temuan indikasi korupsi dalam kegiatan E-Smarthir SD &SMP itu,Irfan mengatakan “Untuk hal tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh Tim Kejaksaan”.

Pemerhati Pendidikan yang juga Mantan Dosen UMA Medan Ir.Muharto MSi kepada Media ini menyebutkan bahwa program itu sudah baik,Kadisdik saat itu juga sepertinya sangat brilian memajukan tekhnis belajar mengajar apa lagi dalam situasi pandemi covid 19 waktu itu,yang menjadi masalah sepertinya kesiapan operator,guru dan medianya tidak terintegrasi disatuan UPT Sekolah,butuh bimbingan tekhnis yang lebih intensif dan dukungan pemerintah mengadakan Media seperti Infokus dan lap top disetiap lokal belajar.Ketika program itu berjalan sebaiknya  Pemkab.Batu Bara bersinergi mengadakan Sarprasnya sebagai tindak lanjut.

Ketika hal ini diduga menjadi program fiktif,perusahaan pemenang tender dan subnya harus bertanggung jawab sebab saya kira PPK dan PPTK sudah membuat Mou dengan mereka misal Kerangka Acuan Kerja,Spesifikasi,termasuk Bimtek dan akomodasinya,software Aplikasi.

Saya sendiri dahulu melihat adanya E-Smarthir SD dan SMP dipasar bebas online download melalui Play Store tahun 2022 begitulah,memang dibutuhkan Android bagi Siswa dirumah melalui bimbingan orang tua dan infokus diruang belajar bimbingan oleh guru.

PPTK program saat Narni Spd kepada media ini mengatakan “saya berharap pemberitaan ada yang pantas dipublikasikan dan ada pula yang tidak pantas dipublikasikan”ujarnya Senin (8/7).

Kabiddikdas Ardath dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan oleh pihak kejaksaan terhadap operator dan Kepala sekolah sebagai Saksi.

Pantauan lapangan Senin 8 Juli 2024 Di SMPN 1 Sei.Balai terlihat Para Operator dan Kepala Sekolah Masa Bhakti 2021 menghadiri undangan Pemeriksaan saksi oleh Dinas Pendidikan Batu Bara,pemeriksaan saksi itu dilakukan oleh Pihak Kejaksaan dan juga Inspektorat Daerah Kab.Batu Bara.

Pihak berwenang itu juga diduga mengambil barang bukti yang dibutuhkan dari para saksi yang hadir. (Tim) Bersambung..

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *